Kucingku Sayang
"Tema Hewan Peliharaan"
Kala itu, ketika aku berjalan dengan temanku, Reta, sepasang mataku meihat seekor anak kucing. Matanya sipit, bulunya tebal, dan tubuhnya mungil namun dipenuhi lumuran lumpur. Matanya terbelalak dan tersentak kaget ketika aku mendekatinya pelan-pelan. Hampir saja ia terjebur ke lumpur di sampingnya lagi. Tanganku mendekati tubuhnya. Mengelus tubuhnya dengan lembut.
Tiba-tiba aku teringat bahwa aku harus segera pulang. Mama sudah menungguku di rumah. Aku harus cepat pulang ke rumah. Namun, aku kasihan dengan anak kucing yang malang ini, sendirian tanpa ada ibunya.
"Nin, kamu kan suka kucing banget nih. Sebagai penyayang spesies kucing, mending kamu bawa pulang deh anak kucing ini."
"Iya, ide yang bagus. Lagi pula, ada satu kandang kosong di rumahku. Bekas kandang Caty."
Caty adalah kucing kesayanganku. Ia kucing yang pandai, penurut, dan lincah. Namun, sayangnya Caty mati tersrempet mobil saat ia lepas dari kandang. Kaki kanannya patah dan tak bisa diselamatkan.
"Hmm, boleh juga tuh, Nin."
"Kok aku jadi inget Caty ya waktu ketemu anak kucing ini. Aku rindu sama dia. Kasian banget harus mati dengan cara yang mengenaskan. Gara-gara aku, lupa nggak ngancing kandangnya." ucapku resah.
"Udah, Nin. Jangan terus-menerus nyalahin diri kamu sendiri. Itu tandanya kamu masih ceroboh. Lain kali harus hati-hati. Jangan pelupa."
"Iya deh. Yaudah yuk, kita pulang."
Aku dan Reta bergegas menuju rumah. Tak lama kemudian, aku tiba di depan rumah. Aku dan Reta masuk rumah. Dan ternyata Mama menyambutku di ruang tamu.
"Nin, lama sekali pulangmu? Kemana dulu tadi? Itu kucing siapa?"
"Iya, maaf, Ma. Tadi Ninda pas jalan ketemu anak kucing ini di jalan. Makanya agak telat pulang deh."
"Oh iya, kebetulan ada satu kandang yang kosong kan?"
"Ada ma. Sebentar, Ninda ambil dulu."
Aku bergegas mengambil kandang kecil milik Caty dulu dan membawanya ke ruang tamu. Aku memasukkan kucing kecil itu ke dalam kandang dan menyambutnya dengan semangkuk kecil susu dan makanan. Dia makan dengan lahapnya. Melihat kucing kecil itu seperti aku melihat Caty hidup kembali. Mirip sekali. Lincah dan pandai. Aku memberi nama kucing kecil itu Tere. Tak lama kemudia, Reta pamit pulang. Reta segera mengambil sepedanya yang diletakkan di samping rumahku.
"Nin, aku pulang dulu ya. Udah ditungguin Mamaku nih di rumah. Besok aku ke sini lagi."
"Iya udah, Ret. Beneran ya kamu besok ke sini. Hati-hati di jalan Ret. Sampai jumpa besok."
"Okey. Bye Nin."
~bersambung
#tantangan2(tema hewan peliharaa)
#kelasfiksi
#odopbatch5
Komentar
Posting Komentar