Tentang Sahabat
Kali ini aku memilih topik tentang sahabat. Apa yang kalian pikirkan kalau dengar kata “sahabat”? Definisiku tentang sahabat sendiri adalah teman terdekat kita yang selalu bersama kita kemanapun kita pergi. Teman yang bisa menjadi sandaran kita saat kita lagi curhat kalau pas kita sedih, galau, dll. Kalian pasti juga punya sahabat. Sahabat itu tidak hanya teman sekolah kita. Orang tua atau saudara kita pun juga bisa menjadi sahabat kita. Dulu, waktu aku kecil, waktu aku belum benar-benar mengerti apa itu sahabat, aku menyebut bahwa semua temanku sekolah itu sebagai sahabat.
Sejak aku duduk di bangku SD, aku punya sahabat. Di sekolah, kemanapun aku pergi, dia selalu bersamaku. Di kelas, kami juga teman sebangku. Saat belajar kelompok, kami juga belajar bersama. Aku sering bermain dia rumahnya, begitupun dia juga sebaliknya. Namun, setelah lulus SD, kami jarang bertemu. Kami bertemu dalam setahun saja bisa dihitung satu dua kali. Itu pun saat reuni SD atau saat lebaran. Tadinya, aku tinggal serumah dengan kakekku di desa yang jaraknya dekat juga dengan sahabatku SD. Namun, saat SMP aku pindah di kota. Di SMP, aku juga punya banyak teman baru. Aku juga punya 4 sahabat. Kemanapun kami pergi, kami selalu bersama. Namun, karena suatu konflik persahabatan kami agak renggang. Satu sahabat kami menjauh dari kami, tidak seperti biasanya lagi. Akhirnya, aku hanya mempunyai 3 sahabat. Kami berempat tidak pernah lepas dari canda tawa di tiap keseharian kami. Kami selalu bertukar cerita disela-sela waktu luang. Kami sangat terbuka, tidak ada kebohongan di antara kami. Aku beruntung bisa memiliki mereka. Bisa mengenal mereka. Mereka selalu mengingatkan dan memberiku saran saat aku ada di jalan yang salah atau sedang ada masalah. Persahabatan kami terjalin hingga kami terpisah karena beda sekolah saat beranjak duduk di bangku SMA. Saat masih awal SMA, kami sering bertemu dan pergi bermain bersama. Komunikasi antara kami berempat juga tidak terputus. Kami mendeskripsikan kerinduan lewat chatting via WhatsApp. Tetapi, saat kami duduk di bangku SMA kelas 11, hubungan kami menjadi lebih renggang. Selain faktor jarang bertemu, ada kesalahpahaman di antara kami berempat. Dan akhirnya sekarang, kami tidak seakrab dulu. Aku mencoba untuk memperbaiki semuanya dari awal. Namun, tidak semua yang diharapkan itu sesuai dengan yang kita inginkan. Mungkin ini petunjuk dari Tuhan untukku. Mungkin kami tidak berjodoh untuk terus bersahabat hingga ujung usia kami. Selama aku SMA, aku belum menemukan sosok sahabat yang benar-benar sahabat dari Tuhan untukku.
Bersahabat itu perlu. Menjaga persahabatan itu penting. Sahabat yang benar-benar sahabat itu langka. Selagi kau mempunyai sahabat, jaga kepercayaan sahabatmu. Jangan saling berkhianat dan jangan saling egois.
#Onedayonepost #odopbatch5

Komentar
Posting Komentar