Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2

  Semenjak Mama pergi bekerja di luar negeri, aku tinggal bersama nenek, kakek, dan pamanku. Setiap hari, Paman yang mengantarkan aku pergi ke sekolah. Setiap hari Minggu, nenek dan kakek mengajakku pergi ke pasar sekalian mengambil pensiunan dengan mengendarai becak. Aku sangat senang. Hari itulah yang kerap kali ku nanti-nanti.   "Kamu nggak mau ikut nenek sama kakek, El?" tanya kakek sambil merapikan bajunya.    "Ikut kemana, Kek?" tanyaku penasaran.   "Mengambil pensiunan di kantor pos sekalian mau mengantar Nenek ke pasar berbelanja." jawab Kakek.  "Iya, Kek. Elia mau ikut. Elia bersiap-siap sebentar ya, Kek." jawabku sambil berjalan menuju ke kamar.   "Iya, segera bersiap-siap. Bang Slamet sudah datang." ucap Kakek sambil menghampiri Bang Slamet langganan becaknya.   Setelah aku selesai bersiap-siap, aku segera menyusul Nenek dan Kakek yang sudah menungguku di becak. Aku segera naik dan duduk di posisi tengah. Aku men...

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 1

  Namaku Elia. Aku siswi kelas 2 SMA sekarang. Sejak kecil, aku adalah seorang anak broken home. Aku tinggal bersama nenek dan kakekku, juga pamanku. Orang tuaku bercerai sejak aku masih kecil. Entah, aku tidak begitu mengerti apa sebabnya. Aku masih ingat, waktu aku masih berusia anak-anak, banyak orang yang bertanya di mana keberadaan papaku. Namun, mamaku berkata kepadaku bahwa aku harus menjawab pertanyaan mereka dengan berkata bahwa ayahku bekerja di luar kota.    Ketika aku duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), mamaku bekerja mencari nafkah untuk membiayai sekolah dan kehidupanku sehari-hari. Akhirnya aku dititipkan pada pamanku. Beliau sudah seperti ayah kandung bagiku. Aku sempat menangis karena mama pergi jauh dan lama sekali. Mama harus bekerja di luar negeri demi sesuap nasi untuk anak semata wayangnya ini.   "Ma, jangan ninggalin Elia ya." ucapku pada Mama sambil menangis tersedu-sedu ketika itu   "El, Mama nggak akan pergi lama. Mama harus ...

Singkat Cerita tentang Manusia

  Manusia itu hidupnya tak jauh dari dosa. Manusia itu tempatnya salah. Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang tak punya dosa. Tidak ada manusia yang tak pernah berbuat salah. Sifat manusia sendiri bermacam-macam. Ada yang mau mengakui kesalahannya, ada pula yang tidak merasa bahwa dia telah berbuat salah.     Sejak aku kecil hingga aku beranjak ke masa remaja, aku mengenal berbagai macam manusia. Mencoba mengenal dan memahami sifat-sifat mereka. Mereka ada yang baik, ada yang jahat, ada yang baik tetapi kepribadiannya buruk, ada yang pura-pura baik juga lho bahkan hehe. Banyak banget ya macamnya.    Perlahan aku bingung dengan mereka yang pura-pura baik, mereka yang jahat, mereka yang kejam. Setelah aku menganalisis beberapa manusia, aku mulai paham. Ternyata memang manusia diciptakan berbeda-beda. Memang seperti itulah sifat bawaannya dari lahir. Kadang, bagi mereka yang memiliki sifat-sifat yang buruk, mereka bertaubat saat menyadar...

Bagian Sabar

  Saat kau dilanda musibah, bersabarlah. Saat kau bersedih, bersabarlah. Saat kenyataan pada akhirnya tak sesuai dengan yang kau harapkan, bersabarlah. Saat kau menghadapi ujian bersabarlah. Saat kau sedang menunggu bersabarlah.   Tidak semua hal yang kita inginkan, yang kita harapkan, yang kita mimpikan terkabulkan. Tidak semua terkabul dan tidak semua tidak terkabul. Semua hal ada prosesnya masing-masing. Tidak ada hal yang instan. Mie instan saja juga tidak dapat langsung kita makan, perlu dimasak.   Begitu juga dengan hidup. Hidup juga ada prosesnya. Dari kita anak-anak, dengan bertumbuh dan berkembang akhirnya menjadi dewasa. Dari yang awalnya belum punya sesuatu, setelah beberapa waktu berusaha akhirnya menjadi punya. Dari yang tidak suka, setelah belajar mencoba menyukai menjadi suka. Dari yang awalnya belum bisa, setelah belajar menjadi bisa. Dari yang awalnya belum saling mengenal, setelah berkenalan akhirnya berteman atau bersahabat.   Nikmati saja p...

Pentingnya Berorganisasi

  Apa kalian tahu keseruan berorganisasi? Mungkin cara pandang masing-masing orang berbeda. Ada yang suka dan aktif berorganisasi, ada pula yang tidak ingin kenal dunia organisasi. Aku sendiri mengenal organisasi ketika di bangku SMA. Awalnya aku ragu memilih organisasi atau ekstrakulikuler. Setelah aku berpikir panjang, aku memutuskan untuk memilih organisasi.   Awalnya sempat bosan, gegara setiap kumpul rutin itu materinya membosankan. Pertama ikut kumpul aku juga sempat malu-malu kucing. Anggota-anggotanya dari berbagai kelas. Seiring berjalannya waktu, aku mulai beradaptasi dengan mereka. Sempat ada rasa canggung di antara kami.  Suatu ketika, ada info lomba dari senior kami. Lombanya itu menginap selama beberapa hari. Aku termasuk salah satu peserta di lomba itu. Menjelang lomba, setiap hari kami mulai rutin berlatih. Dari situlah kerja sama kami mulai terbentuk. Pada saat hari H, kami bersiap-siap untuk lomba. Kami saling menyemangati satu sama lain. Dan a...

Manusia itu Beragam

Kita manusia yang beragam. Beda sifatnya, beda sikapnya, beda cara berpikirnya dan cara berpandangnya. Ada yang pendiam dan ada yang banyak tingkah. Ada yang baik dan ada yang jahat. Ada yang rupanya baik dan ada yang buruk. Semua manusia punya karakter masing-masing. Punya jalan pikirannya masing-masing. Perumpamaannya sederhana saja. Misalnya teman. Pasti kalian punya teman kan? Ya kali gak punya seakan-akan hidup sebatang kara. Teman kalian tentunya punya watak yang berbeda. Watak kalian sendiri tentunya berbeda dengan teman kalian. Ada yang egois, ada yang manja, ada yang mandiri, ada yang bijak, ada yang sok cool, ada yang sombong, ada yang pemarah, dan masih banyak lagi.  Dari segala macam perbedaan di sini tentu cara menerima perbedaan dalam diri seseorang itu berbeda-beda. Ada yang menerima perbedaan itu dan juga ada yang tidak. Tergantung kebijakan yang dimiliki orang itu sendiri. Bahkan ada pula yang tidak peduli dengan perbedaan yang ada di sekitarnya.  Sekec...

Tentang Sahabat

Gambar
   Kali ini aku memilih topik tentang sahabat. Apa yang kalian pikirkan kalau dengar kata “ sahabat ”? Definisiku tentang sahabat sendiri adalah teman terdekat kita yang selalu bersama kita kemanapun kita pergi. Teman yang bisa menjadi sandaran kita saat kita lagi curhat kalau pas kita sedih,  galau,  dll.  Kalian pasti juga punya sahabat.  Sahabat itu tidak hanya teman sekolah kita.  Orang tua atau saudara kita pun juga bisa menjadi sahabat kita. Dulu, waktu aku kecil, waktu aku belum benar-benar mengerti apa itu sahabat,  aku menyebut bahwa semua temanku sekolah itu sebagai sahabat.  Sejak aku duduk di bangku SD, aku punya sahabat. Di sekolah,  kemanapun aku pergi, dia selalu bersamaku. Di kelas, kami juga teman sebangku. Saat belajar kelompok, kami juga belajar bersama. Aku sering bermain dia  rumahnya,  begitupun dia juga sebaliknya. Namun, setelah lulus SD, kami jarang bertemu. Kami bertemu dalam setahun saja bisa...

Rutinitas yang Berkesan

 Sekolah? Ya, sekolah. Inilah yang menjadi rutinitas keseharian bagi seorang pelajar. Kini, telah diadakan program fullday school  di beberapa sekolah. Salah satunya adalah sekolahku. Di semester 2 ini, sekolahku telah menjalankan program fullday school. Jadi hanya terdapat 5 hari efektif dalam seminggu, yaitu hari Senin-Jum'at. Sehingga, pelajar bisa meluangkan waktunya untuk istirahat selama dua hari, Sabtu dan Minggu. Tapi tidak denganku. Aku tetap saja sibuk dengan rutinitasku di sekolah. Sejak aku kelas 10, aku selalu disibukkan dengan tugas-tugas sekolah dan juga tugas organisasi. Aku hampir setiap hari pulang sore, bahkan hampir menjelang senja tiba.   Sepulang dari sekolah, aku bersih diri dan menunaikan shalat. Setelah itu, aku memanfaatkan sisa waktu malamku untuk mengerjakan tugas. Hingga larut malam aku mengerjakan tugas. Tidak hanya satu dua hari saja, namun hampir setiap hari aku belum tidur hingga larut malam. Fatalnya, aku menjadi insom alias tuk...

Si Rasa

Rasa? Iya, si rasa. Yang bergejolak di dada. Yang menguasai pikiran. Yang terbayang-bayang di setiap malam. Awalnya hanya biasa,  tanpa ada rasa yang aneh. Rasa ini tumbuh dengan baik seiring berjalannya waktu. Berawal dari sebuah pertemuan, entah itu sengaja ataupun tidak. Beriringan dengan perkenalan, entah tiba-tiba atau sudah terencana. Dan berlanjut dengan sebuah perasaan, entah karena sering bertegur sapa atau tanpa alasan. Semuanya terbingkai dalam kisah asmara antara dua insan yang berpadu hati. Kasmaran? Kasmaran karena rasa. Tertawa bahagia karena cinta. Rasa itu bernama sayang. Bisa disebut juga nyaman. Terlihat bahagia saat kasmaran.  Terasa sempurna karena rasa yang sama.  Hingga terjalin ikatan dua manusia yang tak terduga sebelumnya. Awalnya sih hanya berpikir hanya sebatas teman, ternyata lebih dari itu.  Sebut saja pacaran. Semua berjalan dengan sempurna pada awalnya.  Hitungan hari,  minggu,  bulan, bahkan ada yang bertahun-tahun. ...

Sekeping Impian

Saat aku kecil,  aku memiliki banyak impian.  Saat kecil,  aku berharap agar impianku itu bisa tersemogakan. Bisa menjadi hal yang nyata,  bukan suatu impian semata. Kemanapun arahku pergi,  aku selalu teringat impian itu. Namun,  aku sempat berpikir bahwa semua impianku itu hanyalah impian. Tidak akan jadi suatu hal yang nyata. Mengapa demikian?  Karena aku hanya sosok makhluk kecil yang banyak kurangnya,  yang belum paham akan lika-liku kehidupan. Bahkan belum mengenal sosok seram manusia. Namun,  tidak semua impian itu terwujud. Tidak pula semua impian itu hanya sebuah impian saja. Aku mengira bahwa hidup ini sepenuhnya bahagia.  Selalu ada tawa ria.  Tapi apa nyatanya?  Tidak seperti yang kubayangkan saat itu. Hidup tak sesempurna yang kuimpikan,  namun ia juga tak seburuk rupa yang ku bayangkan.  Hidup itu pahit dan manis. Hidup itu hitam putih. Tergantung dengan manusia yang menjalaninya. Ketika aku mulai b...

Benalu Hidup

  Matahari mulai menerbit hingga menembus jendela kamar Vita, seorang gadis SMA yang berasal dari keluarga sederhana. Ia terbangun dari tidurnya dan berjalan gontai menuju kamar mandi. Vitabergegas mengambil handuk. Saat menuju kamar mandi, langkahnya terhentikan oleh suara yang berasal dari televisi ruang tamu rumahnya.  Ia mendengar tentang berita kasus korupsi yang dilakukan oleh seorang pejabat negara. “Ada kasus korupsi lagi ya, Bu? “ tanya Vita pada ibunya yang sedang duduk di depan layar TV. “Iya,  penyelewengan uang oleh seorang pejabat negara.” jawab ibu Vita. “Padahal mereka itu gajinya juga cukup besar ya bu.  Tapi kok malah mereka masih nggak puas sama gaji mereka ya? “ “Ya begitulah, nak. Manusia yang seperti itu namanya gila harta. Mereka sudah mendapatkan sesuatu tetapi masih merasa kurang.” “Tapi apakah semua pejabat seperti itu, Bu? “ tanya Vita dengan wajah penasaran. “Tidak,  nak.  Tergantung manusianya. Tergantung sifat mereka ya...