Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2
Semenjak Mama pergi bekerja di luar negeri, aku tinggal bersama nenek, kakek, dan pamanku. Setiap hari, Paman yang mengantarkan aku pergi ke sekolah. Setiap hari Minggu, nenek dan kakek mengajakku pergi ke pasar sekalian mengambil pensiunan dengan mengendarai becak. Aku sangat senang. Hari itulah yang kerap kali ku nanti-nanti.
"Kamu nggak mau ikut nenek sama kakek, El?" tanya kakek sambil merapikan bajunya.
"Ikut kemana, Kek?" tanyaku penasaran.
"Mengambil pensiunan di kantor pos sekalian mau mengantar Nenek ke pasar berbelanja." jawab Kakek.
"Iya, Kek. Elia mau ikut. Elia bersiap-siap sebentar ya, Kek." jawabku sambil berjalan menuju ke kamar.
"Iya, segera bersiap-siap. Bang Slamet sudah datang." ucap Kakek sambil menghampiri Bang Slamet langganan becaknya.
Setelah aku selesai bersiap-siap, aku segera menyusul Nenek dan Kakek yang sudah menungguku di becak. Aku segera naik dan duduk di posisi tengah. Aku menikmati ayunan becak yang pelan-pelan disertai angin yang sepoi-sepoi.
Perlahan, aku bisa merelakan Mamaku pergi bekerja. Di waktu senggangnya, Mama sering menyampaikan rindunya lewat via telepon. Mama selalu berkata bahwa Mama akan cepat pulang. Mama akan membelikanku mainan banyak. Aku, yang saat itu masih polos percaya pada perkataan Mama walaupun sebenarnya Mama masih lama kembali ke rumah.
Penasaran kan kelanjutannya gimana? Tunggu lanjutan ceritanya yaa.
#Onedayonepost #odopbatch5
***
Komentar
Posting Komentar