Antara Novel dan Film
Pada kali ini, saya tertarik dengan salah satu novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul "Ayat-Ayat Cinta". Novel berbahasa Indonesia ini diterbitkan pertama kali ada tahun 2004 melalui penerbit Basmala dan Republika. Novel ini berisikan 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi terlaris di Indonesia yang dicetak sampai dengan 160 ribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahun. Pada tahun 2005 karya ini memperoleh dua penghargaan sekaligus, yaitu peraih Pena Award novel terpuji nasional 2005 dan penghargaan The Most Favorite Book 2005.
Melihat keberhasilan penjualan novel ini, rumah produksi MD Pictures kemudian membawanya ke layar lebar. Hanung Bramantyo adalah sutradara film ini. Film ini dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, dan Melanie Putria.
Film Ayat-Ayat Cinta berhasil meraih penghargaan sebagai Film Terpuji, Sutradara Terpuji, Pemeran Utama Pria Terpuji, Pemeran Utama Wanita Terpuji, dan Penata Musik Terpuji dalam Festival Film Bandung di tahun 2008 kala itu. Hanung berhasil mengadaptasikan dalam bentuk gambar yang memikat mata penontonnya. Film ini juga meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena jumlah penontonnya terbanyak yaitu 3,8 juta orang lebih.
Walaupun kisah dalam film dan novel Ayat-Ayat Cinta berlatarkan kehidupan di Kairo, namun proses pengambilan gambarnya tidak dilakukan di sana. Novel dan film tentunya merupakan dua hal yang berbeda. Novel tidak bisa dibandingkan dengan film. Novel adalah karya personal sedangkan film adalah karya kolektif. Film tentunya tak seleluasa novel dalam bergerak. Novel disajikan dalam bentuk karangan bebas oleh pengarangnya. Sedangkan film disajikan dengan mengekspresikan ide-idenya ke dalam bahasa gambar. Kita sebagai penikmat harusnya memberikan apresiasi kepada penulis novel dan penggarap film Ayat-Ayat Cinta ini.
Kang Abik sebagai penulis novel ini menuangkan idenya tentang cinta yang sesuai dengan ajaran Islam. Ia juga menuangkan idenya itu dengan memadukan antara sastra dengan pesantren.
#tugasRCO3 #Tugas2Level3 #OneDayOnePost
Udah baca dan nonton juga nih ^_^
BalasHapus