Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 1
Namaku Elia. Aku siswi kelas 2 SMA sekarang. Sejak kecil, aku adalah seorang anak broken home. Aku tinggal bersama nenek dan kakekku, juga pamanku. Orang tuaku bercerai sejak aku masih kecil. Entah, aku tidak begitu mengerti apa sebabnya. Aku masih ingat, waktu aku masih berusia anak-anak, banyak orang yang bertanya di mana keberadaan papaku. Namun, mamaku berkata kepadaku bahwa aku harus menjawab pertanyaan mereka dengan berkata bahwa ayahku bekerja di luar kota.
Ketika aku duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), mamaku bekerja mencari nafkah untuk membiayai sekolah dan kehidupanku sehari-hari. Akhirnya aku dititipkan pada pamanku. Beliau sudah seperti ayah kandung bagiku. Aku sempat menangis karena mama pergi jauh dan lama sekali. Mama harus bekerja di luar negeri demi sesuap nasi untuk anak semata wayangnya ini.
"Ma, jangan ninggalin Elia ya." ucapku pada Mama sambil menangis tersedu-sedu ketika itu
"El, Mama nggak akan pergi lama. Mama harus bekerja agar Elia bisa sekolah dan bisa beli mainan sayang." jawab Mamaku sambil mengecup keningku
Seiring waktu berjalan, Mama pergi meninggalkan aku. Tangisku semakin menjadi-jadi. Aku harus berpisah dengan Mamaku untuk sementara waktu.
"Elia, jangan menangis terus. Mama kan pergi untuk mencari uang buat Elia sekolah, buat beli mainan, dll. Paman di sini bakal jaga Elia." ucap Pamanku
"Tapi, Paman, apa Mama bakal kembali pulang?"
"Pasti Mama lama di sana kan, Paman?" jawabku penasaran
"Mamamu bakal pulang Elia. Ditunggu aja ya. Ayo, ikut Paman beli es krim." ucap Paman sambil menggandengku menuju sebuah toko kecil.
Paman punya cara untuk menenangkan isak tangisku pada waktu itu. Paman membelikan aku es krim agar aku melupakan perpisahan dengan Mama sementara waktu, supaya aku tenang ditinggal Mama.
Penasaran ya kelanjutannya gimana? Sekian dulu cerpenku kali ini, besok bakal aku lanjutin kisah Elia di masa kecilnya dulu. See you gais.
#Onedayonepost #odopbatch5
***
Dilema bagi ibunya Elia, tetap semangat Elia...:)
BalasHapusSemangat Elia
BalasHapus