Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 10
Hari-hariku tak lagi seperti biasanya, baik di sekolah maupun di rumah. Entah mengapa, sejak kejadian itu, Mama dan Ayah mendiamkanku. Tak seperti biasanya mereka seperti ini. Mama selalu menyambutku ketika aku pulang sekolah, ia selalu mencium keningku ketika aku berangkat sekolah. Tapi, semenjak aku bercerita padanya, Mama jadi berbeda. Tidak seperti sosok Mama yang ku kenali.
Begitu pun sama halnya dengan Ayah tiriku. Ia juga tidak seperti biasanya, berbeda. Ayahku lah yang setiap hari mengantar jemput aku ke sekolah. Tidak hanya itu, Ayah juga selalu mendampingiku kemanapun aku pergi. Jarang sekali ada sosok Ayah tiri sedemikian baiknya. Apapun yang ku minta, selama itu positif selalu didukung. Namun, entah mengapa Ayah juga tiba-tiba berubah sikap sama seperti Mama. Sama-sama mendiamkan aku.
Aku resah, aku bingung harus berbuat apa. Di sisi lain, tiba-tiba Ibu tiriku juga menghubungiku lewat WhatsApp. Semakin tak karuan. Seperti teror yang menghantuiku. Ya, memang mereka tidak jahat padaku. Tapi, kemunculan mereka yang tiba-tiba membuat hidupku sedikit berubah. Mereka selalu menanyai hal-hal tentang aku. Tak jarang juga mereka meneleponku. Namun, aku selalu menyibukkan diri dengan berbagai alasan. Aku merasa canggung bila berbicara dengan mereka. Ya wajar saja. Aku baru berinteraksi dengan mereka belum ada seminggu. Itu pun lewat perantara handphone, belum pernah bertatap muka.
Penasaran kan gimana lagi kelanjutan kisahnya? Pantau teruss deh pokoknyaa
-Bersambung
***
Komentar
Posting Komentar