Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 8

 Mau tidak mau yang namanya kenyataan tidak bisa dipungkiri. Manusia tak bisa menolak garis takdirnya. Menerima apa adanya. Tetap  ada sedikit keraguan di benakku. Rasanya hambar. Yang awalnya pelangi berwarna-warni, tiba-tiba menjadi pudar. Yang tadinya aku adalah seseorang yang ceria, kini menjadi murung.
 Akhir-akhir ini, aku selalu memikirkan soal Papaku. Bagaimanakah kehidupan barunya di Bandung sekarang? Apakah Papa bahagia di sana dengan keluarga barunya? Seperti diriku yang kini didampingi seorang Ayah tiri. Lamunan tentang semua itu seketika berhamburan ketika Mama datang mendekatiku. 
 "El, kamu sedang apa? Mama perhatikan sejak kemarin, kenapa kamu tidak seperti biasanya." tanya Mama dengan penuh kekhawatiran.
 "Eh, Mama. Ngga ada apa-apa kok, Ma." sahutku sedikit terkejut.
 "Kamu bohong. Kamu lagi ada masalah. Mama bisa membaca dengan jelas raut wajahmu, El."
 "Cerita dong sama Mama. Jangan main rahasia-rahasiaan sama Mama."
 "Iya, Ma. Ada suatu hal yang mengganjal pikiranku dari kemarin."
 "Iya, nak. Ceritakan semuanya pada Mama. Mama pasti akan selalu ada buat Elia."
 Penasaran kan gimana kelanjutannya? Pantau terus yaaa

-Bersambung
#Onedayonepost#odopbatch5
***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Nyataku

Tentang Sahabat

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2