Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 12 (tamat)

Beberapa hari setelah Ayah, Adik tiri, dan Ibu tiriku menghubungiku, mereka jarang berkirim pesan. Mungkin seminggu sekali mereka hanya menanyai kabar dan keadaanku. Sebenarnya, aku ingin sesekali bertemu mereka. Setelah bertahun-tahun tak pernah bertatap muka sama sekali. 
Mungkin esok atau lusa. Tuhan sudah mengatur semuanya, umat-Nya hanya menjalankan takdirnya. Manusia hanya bisa berharap, menginginkan, merencanakan, dan menjalankannya. Tuhan yang memilihkan dan menjadikan.
Ya, hariku kembali seperti biasanya. Seperti tidak ada apa-apa. Tidak terjadi apa-apa. Diterima saja apa adanya. Jalani hari seperti biasanya. Meskipun aku sudah tahu di mana Papa kandungku berada, namun tetap saja kami sekedar memperkenalkan diri, sebatas menunjukkan jati diri. 
Aku juga tidak tahu, apa Papa menyimpan rasa sayang pada anak peempuannya ini. Pada anaknya yang ia tinggal pergi sejak masih kecil, belum bisa berbuat apa-apa. Belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. 
Namun, Tuhan memang Maha Adil. Tuhan tahu yang terbaik untuk umat-Nya. Tuhan sudah memberiku pengganti sesuatu yang hilang dari hidupku. Sesuatu yang sangat berharga, cahaya kehidupanku, yaitu Ayah tiriku. Seseorang yang mau menyayangiku seperti anaknya sendiri. Kasih sayang yang seperti diberikan ayah pada anaknya.

Tamat~
Sekian cerbungku kali ini. Sampai jumpa di cerita lain yaa:)

#Onedayonepost #odopbatch5


***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Nyataku

Tentang Sahabat

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2