Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 9

Bagaimanapun juga, aku tetap harus menceritakan hal ini pada Mama. Aku harus bilang apa adanya. Awalnya aku ragu untuk menceritakan ini pada Mama. Tapi mau tidak mau, aku tetap harus cerita. 
"Ma?"
"Iya, El ada apa?"
"Papa barusan chatting Elia, Ma."
Mama tersentak, terkejut, kaget. Pikiran santainya berubah jadi kacau. Hatinya bergetar, serasa dipukul keras. Aku menyesal menyuarakan hal itu pada Mama.
"Itu bener Papa mu, El?"
"Iya, Ma. Papa bilang kalau Papa udah nyariin Elia sejak lama, tapi nggak ketemu-ketemu. Dan akhirnya baru sekarang bisa nemuin Elia. Sebelum Papa, ada juga anak yang chatting Elia dan bilang kalau dia adik tiri Elia, Ma."
Mama terdiam mendengar penjelasanku mengenai Papa dan saudara tiriku itu. Mama masih ragu dengan kenyataan ini. Ada rasa takut dalam diri Mama. Ada kegelisahan yang tersimpan dalam diri Mama. Ada perasaan cemas dalam pikiran Mama. Hatinya jadi tergoyah tak karuan. Kemudian langkahnya meninggalkan kamarku menuju kamarnya.
Penasaran kan lanjutannya gimana? Ikutin terus ya...

-Bersambung

#Onedayonepost#odopbatch5


***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Nyataku

Tentang Sahabat

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2