Layang-layangku
Namaku Fita. Aku siswa kelas 2 SMP, di salah satu sekolah favorit di kotaku. Suatu ketika, aku melihat anak-anak SD yang berjalan bersama menyusuri jalan depan rumahku. Langkah mereka terhenti ketika melihat iklan layang-layang di tv di warung samping rumahku. Mata mereka menengok ke arah warung. Mereka berbincang-bincang tentang layang-layang. Ya begitulah anak kecil. Mereka terbujuk oleh iklan di tv tersebut. Ada mainan yang menarik perhatian mereka.
"Hei, ada layang-layang di tv. Bagus ya!" ucap salah satu anak.
"Wah, iya. Banyak juga macam-macam warnanya." jawab salah satu anak.
"Bentuknya juga lucu-lucu ya." sahut anak yang lainnya.
"Pasti harganya mahal." jawab dengan wajah sedih
"Mana mungkin kita bisa membelinya?" ucap salah satu anak dengan raut kecewa.
"Ya, uang kita tidak bakal cukup untuk membeli layang-layang itu."
Aku yang daritadi duduk di teras mendengar pembicaraan mereka. Hatiku tergoyah. Kasihan juga melihat mereka mengubur niat harapan mereka pada sebuah mainan yang sebenarnya tidak menguras kantong jika kita membuatnya sendiri.
Muncul sebuah ide di pikiranku. Aku berjalan menghampiri mereka. Mencoba mengajak mereka untuk bergabung dengan ideku ini. Aku berniat mengajak mereka untuk membuat layang-layang sendiri.
"Dek, lagi ngomongin apa sih kok kelihatan serius banget?" tanyaku pada mereka.
"Kami ingin layang-layang, kak Fit." jawab salah satu dari mereka.
"Iya, kak. Tapi uang kami tidak cukup untuk membelinya." sahut salah satu anak.
"Kalau uangnya kami pakai buat beli layang-layang, nanti kami ngga bisa beli jajan, kak."
"Hmm, gitu ceritanya. Kalian mau nggak ikut aku?" tanyaku pada mereka.
"Kemana kak?"
"Tapi kalian ganti baju dulu, ya. Setelah itu kalian berkumpul di rumah kakak."
"Siap, kak Fit." (mereka bergegas pergi ke rumah masin-masing).
Saat mereka pulang ke rumah masing-masing untuk berganti baju, aku menyiapkan alat dan bahan untuk membuat layang-layang. Kertas layang-layang dari sisa tugasku sekolah masih ada, kebetulan juga ada bambu kecil-kecil lumayan banyak di belakang rumahku.
"Kak Fit, kita mau ngapain kok ada bambu segala di sini?" tanya seorang anak heran.
"Kita akan membuat layang-layang. Kalian suka kan?"
"Wahh, kak Fita mau ngajarin kita?"
"Iya, kakak mau ngajarin kalian. Daripada kita beli mahal, mending kita bikin aja sendiri. Lebih menghemat uang, kan?"
"Iya, kak. Betul juga."
"Yauda, sekarang ikutin aku ya caranya."
"Siap, kak Fit."
Aku mengajari mereka membuat layang-layang sederhana. Mereka sangat senang. Selain menghemat biaya, keterampilan mereka bertambah, dan kreativitasnya terasah. Dengan begitu, mereka tidak jadi mengubur harapan mereka untuk sebuah layang-layang.
#TantanganKe-2 #TantanganODOP #onedayonepost #odopbatch5
Bagus kak.
BalasHapusTeruslah menulis ya ^_^
#kalaubisadiperhatikanfont-nyayakasianmataini. Heee...
Terimakasih kak atas masukannya🙇😊
HapusBagus ceritanya 👍 iya setuju sama saran di atas kak, kalau bisa fontnya dipilih yg agak bulet supaya lebih enak dibacanya dan juga perhatiin spasi antar paragraf.. selebihnya mantaap👍👍
BalasHapusSiap kak, terima kasih juga ya kak atas sarannya. Maklum kak kalau spasi , soalnya di hp. Gara" laptopku rusak:(
Hapus