Seutas Rasa yang Baru -Part 1
Waktu berjalan begitu cepat. Hari terus berganti. Pagi berganti siang, siang berganti sore, dan sore berganti malam. Sejak aku berpindah rumah karena pekerjaan orang tuaku yang nomaden, perlahan-lahan aku lupa dengan masa laluku.
Ya, tepatnya dua tahun yang lalu. Aku meninggalkan kota kelahiranku, Kediri. Kota penuh kenangan. Kota yang menyisakan seribu jejak memori masa kecilku. Kota di mana aku dididik hingga aku remaja.
Kota itu menyisakan beberapa bagian kejadian yang suram. Dimana aku menahan luka di kota itu. Ya. Ada skenario yang pernah tersisa.
Tepat dua tahun lalu, setelah pengumuman kelulusan SMA kejadian itu terjadi. Aku memergoki Alvin, mantan kekasihku berboncengan dengan Selly, sahabat karibku. Mereka bercanda mesra. Terlihat bahagia. Rasanya pedih sekali. Bagaimana bisa sahabatku seperti ini?
Sejak kejadian itu, Mama memberiku nasihat agar tidak terlalu care dengan teman. Sebaik-baik teman dan sedekat-dekatnya kita dengan sahabat, seribu satu yang bisa dibilang teman atau sahabat yang nyata.
~bersambung
#Onedayonepost #odopbatch5
Seperti hanya berkedok teman namun menyakiti
BalasHapusTeman nusuk dari belakang kak hehehe
HapusTeman nusuk dari belakang kak hehehe
HapusIni amel thp unand kan y?
BalasHapusIni amel thp unand kan y?
BalasHapusMaksudnya kak?
HapusMaksudnya kak?
Hapus