Jogja Istimewa -selesai
Setelah berkunjung dari UGM dan berfoto bersama, rombongan JS dan JJB menuju ke dalam bus masing-masing. Selanjutnya, rombongan JJB melanjutkan untuk berkunjung ke AKMIL, sedangkan rombongan JS melanjutkan perjalanan menuju Candi Prambanan.
Perjalanannya memakan waktu sekitar satu jam an. Sesampai di sana, aku mengantri tiket masuk. Setelah mendapat tiket, aku mengantri untuk masuk. Pada saat tiket masukku discan, tiba-tiba mesinnya eror.
Aku sekilas melirik belakangku. Wahhhh antri panjang ternyata. Malu sekaliiii. Temanku yang sudah masuk terlebih dahulu menertawakanku karena aku terlihat gupuh sekali.
Setelah berhasil masuk, aku segera mengabadikan momen-momen di sana. Aku mengambil beberapa foto. Aku bertemu dengan dua orang turis. Aku berniat untuk mengajak mereka foto bersama denganku.
Belum sempat aku bertanya, mereka justru berlalu dari hadapanku. Yasssh. Sedih rasanya. Sakit ya pasti. Tapi ya sudahlah. Kemudian aku segera menjajaki objek wisata yang lainnya. Saat aku berjalan di sekitar candi, tiba-tiba kakiku tersandung hingga membuat tubuhku hampir jatuh ke depan. Kejadian ini disaksikan banyak pasang mata. Malu lagi malu lagi.
Setelah waktu berkunjung telah selesai, kami menuju ke hotel. Lumayan memakan banyak waktu juga.
Tidurku tiba-tiba tergugah setelah mendengar suara mengorok seseorang. Ternyata teman bus depanku. Dia terlelap dan terhanyut terbawa mimpi indah mungkin. Hingga nyenyak di sandaran kursi bus.
Sampai di hotel, aku segera menata koper dan ranselku. Kemudian aku segera berganti baju, mandi, dan shalat. Aku hampir terpeleset di kamar mandi gara-gara kaget melihat kamar mandi hotel yang penuh dengan kaca. Serba kaca. Seperti biasa, teman-temanku terpingkal-pingkal menyaksikan.
Setelah selesai mandi, aku segera bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Ashar. Itupun terjadi hal memalukan lagi. Aku salah memposisikan kiblat. Lagi-lagi temanku terpingkal-pingkal.
Setelah maghrib, aku segera meletakkan badanku yang lelah ke tempat tidur. Aku seranjang berdua dengan temanku. Kami menonton acara-acara tv secara bergantian.
Larut malam tak terasa. Hingga aku menjadi juara bertahan yang masih membuka mata melihat tv. Dan tiba-tiba saja kejadian tak terduga terjadi. Korden kamar hotelku tiba-tiba saja ambruk tanpa ada angin atau hujan. Spontan aku terkejut bukan main. Aku berteriak. Temanku ikut terkejut karena teriakanku hingga mereka semua terbangun.
~selesai
#Onedayonepost odopbatch5
Komentar
Posting Komentar