Seutas Rasa yang Baru-part 8

Syukur hari ini hari libur, jadi aku bisa sejenak refreshing otak karen tugas yang kian hari makin menumpuk. Kuputuskan untuk pergi ke toko buku langgananku saat aku kesepian di rumah. Aku segera mengeluarkan sepeda motor di depan rumah dan menyalakannya.

Aku pun segera beranjak dari rumah. Setelah sampai, aku segera menghampiri novel-novel yang baru-baru ini terbit. Novel best seller. Hummm. Untuk urusan novel, ia adalah sahabat terbaik bagiku. Menemaniku kemana-mana, saat aku sedang sepi lebih seringnya.

Saat asyik terbawa suasana novel yang sedang  ku baca, tidak tersadar kalau aku bersampingan dengan Dito. 

"Eh, ketemu lo di sini." sapa Dito padaku.

"Kamu juga di sini mainnya kalo lagi libur?" tanyaku padanya.

"Kadang sih, kalo lagi suntuk aja gue kesini. Lo suka kesini?"

"Iya, aku sering ke sini. Kalo lagi ke sini sampe ga kenal waktu, berjam-jam malah."

"Busett, lo mau beli novel apa mau jadi karyawan sini?"

"Ya gitulah aku. Kalo udah di sini rasanya nyaman banget."

"Aelah, nyaman. Emang zona nyaman?"

"Mungkin." sahutku sambil tersenyum tipis.

Aku terhanyut dalam obrolan sederhana ini dengan Dito. Tiba-tiba sepasang mata penuh senyuman ini berubah jadi melotot kaget. Siapa yang kupandang? Ya, Alvin dan Selly. Mereka pun sadar akan pandanganku. Dan mereka berdua datang menghampiriku dengan Dito. 


~bersambung

#Onedayonepost #odopbatch5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Nyataku

Tentang Sahabat

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2