Seutas Rasa yang Baru-part 11
Aku mencerna apa yang dikatakan Dito barusan. Aku sadar bahwa cinta sejati akan pulang ke rumah yang tepat.
"Iya. Ada banyak hal yang ku dapat dari cinta. Rasa sayang, luka, benci, bahagia. Dan hal yang berharga adalah pelajaran dari pengalaman cinta."
"Dihh, sok puitis banget lo."
"Nggak juga, aku ngomong yang sebenernya."
"Itu tuh gara-gara lo keseringan baca novel. Jadinya kebawa suasana deh."
"Ehh, aku tadi gak jadi beli novel ya? Gara-gara curhat ke kamu nih." tanyaku dengan pasang wajah kusut.
"Salah sendiri kok gamon."
"Kan gara-gara kamu kepoin juga. Balik yuk ke toko buku tadi. Pliss."
"Segitunya ya lo cinta banget sama novel?"
"Iya lah, cinta banget. Novel itu udah kayak sahabat buatku. Kemana pun aku pergi, aku selalu bawa novel. Kalo aku lagi sedih, aku selalu baca novel biar hati aku tenang."
"Udah kayak lem sama perangko aja gak bisa pisah. Pantesan galau mulu, bacaannya novel-novel romance sih."
"Nggak juga sih, kalo aku lupa bawa novel ya aku dengerin musik."
"Udah yuk, gue anter ke toko buku. Keburu sore nih."
"Beneran nih mau nganterin?"
"Iya iya, bawel amat jadi cewek. Udah gak usah gamon-gamon lagi gitu. Yang ada lo malah jadi flashback terus."
~bersambung
#Onedayonepost #odopbatch5
Komentar
Posting Komentar