Seutas Rasa yang Baru-part 7
Tak kuduga-duga si cowok menyebalkan itu ada di belakangku sejak tadi. Sejak aku membicarakannya dengan Rachel. Hmm. Pasti dia ngomel lagi hari ini, batinku.
"Heiii, si kutu buku. Ngomongin gue barusan?" tanya cowok itu dengan muka datar.
"Kalo iya, kenapa? Emang bener kan kalo kamu kenyataannya ga tampan. Sama sekali enggak."
"Eh eh, ngomong apa lo barusan? Gue tampan udah dari lahir. Coba deh, lo tanya temen lo itu. Menurut dia, gue tampan nggak?"
Aku dan Rachel saling bertatap muka. Aku memberi isyarat kepada Rachel supaya ia menggelengkan kepalanya. Namun, Rachel mengabaikan isyaratku dan malah mengangguk-angguk.
"Fi, dia itu keren dan tampan. Nyesel deh kalo kamu ga berkawan sama dia." ujar Rachel dengan senyuman jailnya.
"Temenan sama dia? Temenan sama cowok kayak gini? Gak mau ah. Nanti yang ada aku ketularan ga sopan kayak dia."
"Sini gue ajarin sopan santun." sahut cowok itu dengan santainya.
"Harusnya aku yang bilang kayak gitu. Huh." sahutku kesal.
"Udah udah. Daripada kalian debat terus, mending kalian kenalan aja deh. Pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang. Upss." ujar Rachel dengan menatapku geli.
"Mending temen lo, daripada lo." sahut cowok itu sambil tersenyum jail.
"Iiih, ogahhh.
"Kenalin temen gue, namanya Fira Puspita. Sahabat pendiam dan the best buat gue." ujar Rachel sambil menyodorkan tanganku ke hadapan cowok itu.
"Gue Dito. Seneng-seneng susah bisa kenal sama lo."
Aku melongo melihat tingkah Rachel yang berusaha menenangkan hati yang sedang merana ini. Dia mencoba menghiburku dengan sikap jailnya yang coba-coba mengenalkanku dengan Dito.
~bersambung
#Onedayonepost #odopbatch5
Komentar
Posting Komentar