Seutas Rasa yang Baru-part 13

"Eh, Fi itu mantan kamu bukan? Ngapain dia masih di sini?" tanya Dito saat kami jalan berdua di sebuah pasar malam.
"Iya, itu Alvin. Ngapain dia masih di kota ini?"
"Apa mungkin dia pindah ke sini?"
"Hah? Pindah ke sini? Ke kota ini? Tempat yang kujadikan pelarian ini?"
Tiba-tiba saja Alvin datang padaku. Ia ingin membicarakan sesuatu denganku.
"Alvin, kamu ada apa narik tanganku segala dan mmbawaku ke tempat ini?"
Alvin membawaku ke pinggir jalan yang berjarak agak  jauh dari pasar malam.
"Fi, aku pengen kita balikan."
Demi apa dia ngajak aku balikan? batinku. Aku mencoba untuk mencari ide untuk memberinya jawaban yang pas. 
"Maaf, Vin. Aku nggak bisa."
"Kenapa? Apa kamu udah pacaran sama Dito?"
"Udahlah, Vin. Yang lalu biar aja berlalu. Iya, aku udah pacaran sama Dito. Takdir kita gak bisa bersama, Vin. Kamu duluan yang mulai. Mungkin aja kita sekarang masih bareng-bareng kalau kamu nggak sama Selly."
Aku berlalu dari hadapan Alvin. Pikiranku bercampur aduk. Entah apa saja yang ada dibenakku ini. 
"Alvin ngomongin apaan barusan? Kok kamu lesu gitu?"
"Alvin ngajak aku balikan." jawabku spontan.
"What? Gue ga salah denger, Fi?"
"Enggak. Dia beneran ngajakin aku balikan. Tapi aku nolak, karena aku gak mau kalo harus ngulangin kesalahan yang sama. Udahlah, jangan bahas Alvin lagi ya."
"Yaudah, kalo gitu kita beli terang bulan aja yuk."
"Yuk!" seruku.
#Onedayonepost #odopbatch5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Nyataku

Tentang Sahabat

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2