Seutas Rasa yang Baru- Part 3

Setiap hari, aku menikmati pagiku dengan membaca novel di bangku taman dekat parkiran.  Tiba-tiba ada yang melemparku bungkusan permen ke arahku. Ya, dia orangnya. Cowok berbadan tinggi, putih, dan berhidung mancung sambi meondong ransel cokelatnya. 

"Eh, siapa nih yang buang bungkus permen sembarangan?" ujarku sambil menatap cowok itu di hadapanku.

"Gue, kenapa emang?" sahut cowok itu dengan sedikit angkuh.

"Oh, kamu orangnya? Nggak pernah diajarin sopan santun?" jawabku ketus.

"Bukan urusan, lo. Udah, lanjutin aja tuh pantengin novel."

"Dasar ya cowok, sesukanya banget kalo ngomong."

Saat jam istirahat, di kantin, aku menceritakan kejadian di taman tadi pagi pada Rachel.

"Chel, kamu tau nggak? Tadi aku ketemu cowok super angkuh." ujarku.

"Ha? Seangkuh apaan sampe kamu nyebut dia super angkuh?" tanya Rache penasaran.

"Dia buang bungkus permen sembarangan. Udah nggak mau ngebuang di tempat sampah, eh malah ngajakin debat." sahutku kesal.

"Hahaha, sampe segitunya kamu sebel sama dia, Fi?" 

"Habis aku sebel banget, enak-enak baca novel tiba-tiba ada orang kayak gitu."

Tanpa ku sadari, ada yang menatapku.

"Eh, Fi. Ada yang ngeliatin kamu sinis tuh." lirik Rachel ke arah samping bangku ku dengan Rachel.

"Ha? Siapa?" tanyaku sambil menengok kiri kanan depan belakang.

"Itu, bangku samping kita." ucap Rachel sedikit berbisik.

~bersambung

#Onedayonepost #odopbatch5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Nyataku

Tentang Sahabat

Setelah Gelap Pasti Ada Cahaya Part 2