Seutas Rasa yang Baru-part 12
Kami berjalan mengarah ke toko buku. Sampai di sana, aku segera meraih sebuah novel yang ku incar sejak tadi. Sebuah novel yang menggambarkan kisahku. Bisa dibilang hampir mirip sih. Aku meluncur ke kasir membayar novel itu dan segera mengajak Dito untuk pulang.
"Yuk pulang, udah dapet nih novelnya."
"Ini aja? Yaudah yuk."
Kami berpisah di parkiran toko buku. Pertemuan kami hari ini sudah mencetak beberapa kisah. Selang beberapa kurun waktu, aku dan Dito semakin akrab. Kami bercengkrama dalam keramaian taman di kampus.
"Ternyata lo cewek baik-baik ya, gak kayak yang gue kira selama ini."
"Maksud kamu? Emang aku cewek neko-neko apa?" sahutku kesal.
"Ya bukannya gitu. Kan banyak nih cewek jaman sekarang yang sok kalem tapi dalemnya enggak."
"Heii, nggak semua kali cewek kayak gitu. Tergantung pribadinya gimana, cara orang tuanya mendidik juga."
"Wihh, lantunannya masuk banget nih." Dito menggodaku.
"Nggak juga kok. Realita aja gampang. Manusia itu kan labil."
"Iya sih. Bener juga."
Tak terasa, kami terhanyut dengan obrolan sederhana ini. Tanpa ku hitung, kami dekat sudah 1 tahun lalu.
~bersambung
#Onedayonepost #odopbatch5
Komentar
Posting Komentar